Klo ga salah hari Rabu kemarin, saya mengantar seorang kawan, katakanlah Mr.X untuk mengejar rezeki (note : Rezeki sebenarnya memang sudah ditentukan untuk setiap hamba Alloh sebelum qta dilahirkan ke dunia ini lho..tinggal dikejar/dijemput aja, istilahnya mengejar Rezeki, tidak hanya mengejar bidadari saja to-bagi yang belum mendapatkan bidadari.He46x..)
Pertama sih masukin Lamaran ke suatu dealer motor Z di jalan M, alhamdulillah sih lancar2 saja (kok jadi banyak pake kata2 “sih” to?Lha wong orang Jogja kok pake kata2 oarang Purbalingga-kata temen yang baru saja kkn di Purbalingga..). Merasa masih penasaran dengan hanya masukin satu, sambil nunggu mbengkelin motor ada koran oleh temen saya disahut deh dari kursi tunggu pelanggan. Dibuka langsung tu koran, ketemu kolom lowongan kerja di kota J. Akhirnya diputuskan untuk masukin lagi lamaran..buat lagi surat lamaran dan dicarilah alamat lowongan yang tidak jelas tersebut (tidak ada nomer alamat jalan-nya berapa lagi..), mutar-muter, bolak-balik.Ternyata ga jadi deh, Lha wong ga ketemu juga.
Yah, kesimpulannya ati-ati saja dengan lowongan perkerjaan di koran2 atau informasi yang lain. Cek dulu 5W+1H (kayak mo nulis sesuai aturan jurnalistik saja..). Ya..what, who, where, when, why, and how? Jangan2 lowongan tersebut dibuat oleh seorang Broker (penghubung antara yang punya perusahaan dengan pelamar, ntar ujung2-nya gaji qta diminta berapa persen selama berapa bulan oleh Broker tersebut lho..)
kata Mr.X, “Capek ndak papa, yang penting ‘kan usaha, rezeki harus dikejar/diburu, masalah hasil ya biarlah Alloh SWT yang menentukan…”. Bener juga sih. Apalagi bagi yang sdh berkeluarga, pasti dengan tanggung-jawabnya (kecuali yang tidak bertanggung-jawab ding..), seorang kepala rumah tangga akan pantang mundur untuk menghidupi anggota keluarganya deh..He..46x (tergantung niat dan keimanannya..)
Filed under: Uncategorized
baik mas, aku akan lebih berhati-hati.